• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Antara Ikhlas, Hadapi Pungli dan PAD Yang Tercecer

admin by admin
11 Mei 2026
in Ekonomi, Sosial Budaya
0
Antara Ikhlas, Hadapi Pungli dan PAD Yang Tercecer
2.2k
SHARES
95.2k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU – Terik matahari siang menjadi tanda untuk bersiap menunaikan ibadah sholat Jum’at di tengah perkotaan Dompu. Aroma masakan di Rumah Makan Padang depan Gedung Samakai mengundang selera untuk mampir dan membeli.

Usai transaksi kuliner yang hangat, insiden kecil terjadi, saat kembali ke mobil yang diparkir kurang lebih 20 menit, seorang pria paruh baya berwajah lusu menghampiri seraya menatap tanpa kata, sebuah kode universal di jalanan Dompu bahwa pajak aspal harus segera ditunaikan.

BERITA TERKAIT

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

Uang Rp 5.000 berpindah tangan. Si juru parkir (Jukir) mengucap terima kasih, namun sang pengendara tidak lantas tancap gas. Ia meminta kembalian Rp 3.000.

“Ini bukan soal pelit, ini soal kejelasan. Jika saya bayar tanpa karcis, uang ini hanya sampai di saku baju bapak itu, bukan ke kas daerah (PAD).” tegas Muhyid sambil menatap isterinya di jok samping. Di benaknya masih sempat menanyakan kemana uang parkir yang baru saja dia bayar.

Apa yang terjadi di depan Gedung Samakai hanyalah satu dari banyak titik di Kabupaten Dompu terkait receh warga yang menguap tanpa jejak digital maupun fisik. Tanpa rompi resmi, tanpa tanda pengenal, apalagi karcis retribusi, para Jukir ini beroperasi di wilayah abu-abu.

Sang pengendara mobil yang diketahui adalah papa Didat ini menyebutkan bahwa, masyarakat dihadapkan dengan posisi dilematis. Ada rasa iba melihat wajah-wajah lesu para jukir. Namun di sisi lain, ada tuntutan warga negara agar setiap rupiah yang dikeluarkan berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Dompu melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Katanya, karcis parkir bukan sekadar kertas kecil. Itu adalah kontrak hukum antara warga dan pemerintah. Tanpa karcis, tidak ada jaminan bahwa uang tersebut akan disetor ke Dinas Perhubungan.

Menurut papa Didat, banyak prasangka publik berkembang liar yang menanyakan, berapa juta rupiah uang parkir yang tercecer setiap harinya di Dompu, jangan sampai ada tangan-tangan kuat yang memelihara ketidakteraturan ini demi keuntungan pribadi.

Jika satu kendaraan roda empat dipungut Rp 5.000 tanpa kembalian dan tanpa karcis, maka dalam sehari, potensi kebocoran PAD di satu titik saja bisa mencapai ratusan ribu rupiah. “Kalikan dengan jumlah titik parkir di seluruh kabupaten Dompu, maka yakinlah bahwa rupiah yang hilang itu bisa digunakan untuk membiayai fasilitas publik yang jauh lebih bermanfaat,” ungkap papa Didat.

Sudah saatnya hukum rimba di lahan parkir Dompu diakhiri. Pengguna jasa parkir merindukan suasana di mana mereka membayar dengan ikhlas karena melihat juru parkir yang terdata, berseragam resmi, dan memberikan bukti bayar yang sah.

Modernisasi sektor parkir bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Dompu didorong untuk segera melakukan sterilisasi jukir liar dengan pendataan yang transparan. Mewajibkan penggunaan atribut (rompi khusus) sebagai identitas resmi petugas daerah. Mengedukasi masyarakat untuk berani menolak bayar jika tidak diberi karcis.

Jangan sampai recehan warga yang dikumpulkan dengan niat membantu daerah, justru hanya memperkaya oknum di balik layar. (Idin)

 95,284 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Merawat Persaudaraan, Alumni SMANSA Bima 86 Gelar Arisan Penutup Tahun 2026

Next Post

Guru PPPK Paruh Waktu Dompu : Cukupkah Rp300 Ribu untuk Tiga Bulan ?

admin

admin

Related Posts

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep  dan Sejarah Pernah Membuktikannya
Ekonomi

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

5 Juni 2026
DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat
Ekonomi

DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat
Ekonomi

Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

4 Juni 2026
NTP Petani NTB Tembus 130,44, Daya Beli Terus Menguat
Ekonomi

NTP Petani NTB Tembus 130,44, Daya Beli Terus Menguat

2 Juni 2026
Empat Dekade Berlalu, Semangat Kebersamaan Itu Masih Menyala
Sosial Budaya

Empat Dekade Berlalu, Semangat Kebersamaan Itu Masih Menyala

2 Juni 2026
Drama di Ujung Petang, Sapi Kurban Kabur Karena Kawanannya Dikuliti
Sosial Budaya

Drama di Ujung Petang, Sapi Kurban Kabur Karena Kawanannya Dikuliti

28 Mei 2026
Next Post
Guru PPPK Paruh Waktu Dompu : Cukupkah Rp300 Ribu untuk Tiga Bulan ?

Guru PPPK Paruh Waktu Dompu : Cukupkah Rp300 Ribu untuk Tiga Bulan ?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep  dan Sejarah Pernah Membuktikannya

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

5 Juni 2026
DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

3 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS