• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Pentingnya Mengenal Gejala Rabies pada Hewan

admin by admin
31 Maret 2024
in Kesehatan
0
Pentingnya Mengenal Gejala Rabies pada Hewan

Seekor anjing yang sudah terkena virus rabies

0
SHARES
108
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU, PersIndoNews.com – Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kematian pada hewan dan manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies. “Virus rabies bisa ditularkan oleh manusia dan hewan seperti, anjing, kucing, kera,” ungkap Muhammad Abduh SE, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu.

Apabila virus rabies sudah tertular ke tubuh manusia maka akan langsung menyerang otak dan dapat menyebabkan kematian. Katanya, virus rabies dapat ditularkan oleh hewan penular rabies (HPR) melalui gigitan maupun kontak antara luka dengan air liur, atau luka karena gigitan maupun cakaran anjing atau kucing yang sudah tertular virus rabies.   

BERITA TERKAIT

Warga Jalan Baru Karijawa Dompu Keluhkan Limbah Dapur MBG

Pertama dan Terbesar di Bali Nusra Donor Darah INTI dan UIN Tembus 1056 Kantong

Kunjungan Pasien di RSUD Dompu Kian Meningkat

Untuk itu lanjut Kepala Disnakeswan Dompu, pentingnya untuk mengenal tanda-tanda hewan yang sudah tertular virus rabies.  “Waspada kalau suatu ketika menemukan anjing atau kucing yang mengeluarkan air liur berlebihan atau bila berhadapan dengan kucing dan anjing yang sangat galak dan agresif. Bisa dipastikan dia sudah tertular virus Rabies,” ungkapnya.

Menurut Abduh, kondisi lain yang bisa diperhatikan pada HPR adalah tatkala hena tersebut takut akan air dan cahaya maupun suara, sehingga mereka kebanyakan bersembunyi di tempat-tempat gelap. “Ada juga yang melipat ekornya di sela paha, suka mengejar dan menggigit sesuatu yang bergerak,” urainya. “Tanda fatal yang dapat juga diperhatikan yakni, bila mendapati anjing yang lumpuh dan kejang-kejang sebelum mati,” tambah Kepala Disnakeswan Dompu.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Dompu untuk menghindarkan diri dari gigitan anjing atau tidak mengganggu anjing yang sedang makan, tidur atau menyusui anaknya. “Tidak memilihara anjing secara liar dan kalau memelihara hewan supaya divaksinasi secara berkala,” tukas Abduh. (Rasya/adv)

 72,555 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Tingkatkan Populasi dan Kwalitas Ternak, Disnakeswan Gencar Lakukan IB

Next Post

Ike Nursafitri S.Pt, Inseminator Perempuan Pertama di Kabupaten Dompu

admin

admin

Related Posts

Warga Jalan Baru Karijawa Dompu Keluhkan Limbah Dapur MBG
Kesehatan

Warga Jalan Baru Karijawa Dompu Keluhkan Limbah Dapur MBG

17 April 2026
Pertama dan Terbesar di Bali Nusra Donor Darah INTI dan UIN Tembus 1056 Kantong
Kesehatan

Pertama dan Terbesar di Bali Nusra Donor Darah INTI dan UIN Tembus 1056 Kantong

16 Februari 2026
Kunjungan Pasien di RSUD Dompu Kian Meningkat
Kesehatan

Kunjungan Pasien di RSUD Dompu Kian Meningkat

1 November 2025
Tingginya Kebutuhan Ruang Rawat Inap Akibatkan Kurangnya Ruang Terbuka di RSUD Dompu
Kesehatan

Tingginya Kebutuhan Ruang Rawat Inap Akibatkan Kurangnya Ruang Terbuka di RSUD Dompu

30 Oktober 2025
Bupati Bambang Firdaus Sebut RSUD Dompu Sumpek dan Tidak Layak Secara Kesehatan
Kesehatan

Bupati Bambang Firdaus Sebut RSUD Dompu Sumpek dan Tidak Layak Secara Kesehatan

30 Oktober 2025
Rakor dan Rembuk Stunting 2025, Pemerintah Pastikan Penurunan Kasus Stunting
Kesehatan

Rakor dan Rembuk Stunting 2025, Pemerintah Pastikan Penurunan Kasus Stunting

10 September 2025
Next Post
Ike Nursafitri, S.Pt saat beraksi menjadi inseminator

Ike Nursafitri S.Pt, Inseminator Perempuan Pertama di Kabupaten Dompu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Memutus Rantai Pernikahan Dini: Menguji Taji Gerakan “Kambeke Anak 21” di Kabupaten Dompu

Memutus Rantai Pernikahan Dini: Menguji Taji Gerakan “Kambeke Anak 21” di Kabupaten Dompu

18 April 2026
Heboh Perjalanan Dinas Rp19 Miliar, BPKAD Dompu Buka Suara Soal Pemangkasan Dana Pusat

Heboh Perjalanan Dinas Rp19 Miliar, BPKAD Dompu Buka Suara Soal Pemangkasan Dana Pusat

18 April 2026
Kritikan Ibu Hamil Terhadap MBG Direspon Laporan Hukum

Kritikan Ibu Hamil Terhadap MBG Direspon Laporan Hukum

17 April 2026
Warga Jalan Baru Karijawa Dompu Keluhkan Limbah Dapur MBG

Warga Jalan Baru Karijawa Dompu Keluhkan Limbah Dapur MBG

17 April 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS