• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Tajuk

Ada Yang Ingin Hancurkan PWI ? Cermin Buram Pejabat di Dompu

admin by admin
9 Juni 2026
in Tajuk
0
Ada Yang Ingin Hancurkan PWI ? Cermin Buram Pejabat di Dompu
2.2k
SHARES
19.7k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU — Suatu ketegangan diam-diam mewarnai hari-hari di kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada pihak yang tampaknya ingin melemahkan, bahkan menghancurkan eksistensi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Dompu beserta seluruh anggotanya. Sebuah langkah yang tidak hanya gegabah, tetapi juga berbahaya, karena menyerang institusi pers berarti menyerang mata dan telinga rakyat.

PWI Bukan Organisasi Sembarangan

BERITA TERKAIT

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional

Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu

PWI bukan lahir dari ruang hampa. Organisasi wartawan tertua di Indonesia ini telah berdiri sejak 9 Februari 1946, lebih tua dari banyak institusi yang ada di negeri ini. Hadir di tingkat daerah seperti kabupaten Dompu, PWI sebagai penjaga marwah jurnalisme yang lahir dari rahim profesionalitas, kompetensi, dan integritas.

Setiap anggota PWI yang terdaftar secara resmi telah melewati proses uji kompetensi wartawan (UKW), patuh pada Kode Etik Jurnalistik, dan tunduk pada mekanisme organisasi yang terstruktur. Mereka bukan sekadar orang yang merekam peristiwa, mereka adalah pekerja demokrasi yang setiap harinya memastikan informasi publik mengalir dengan jujur kepada masyarakat.

Maka ketika ada pihak yang bernafsu untuk menghancurkan PWI Dompu, pertanyaan yang wajar diajukan adalah, ada apa ? Dan siapa yang merasa paling terganggu dengan kehadiran wartawan profesional ?

Pejabat Dompu Bukan Malaikat, Mari berbicara jujur.

Tidak ada satu pun pejabat di Kabupaten Dompu, dari level terendah hingga tertinggi yang bisa mengklaim dirinya bersih seperti malaikat. Birokrasi adalah ruang yang penuh godaan, baik dari sektor anggaran, proyek, jabatan, dan kewenangan adalah kombinasi yang sepanjang sejarah republik ini telah berulang kali melahirkan penyelewengan.

Bukan tuduhan tanpa dasar. Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari tahun ke tahun konsisten menunjukkan bahwa pemerintah daerah, kabupaten dan kota adalah ladang subur korupsi di negeri ini. Pengadaan barang dan jasa, dana hibah, proyek infrastruktur, hingga dana sosial, semuanya rawan.

Pada kondiisi ini wartawan PWI memiliki peran yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Mereka adalah lapisan kontrol sosial yang berdiri di antara kekuasaan dan rakyat. Ketika aparat penegak hukum belum bergerak, ketika ombudsman belum merespons, wartawanlah yang pertama mengetuk pintu kebenaran.

Maka logika siapa pun yang ingin menghancurkan PWI menjadi sangat mudah dibaca, mereka yang takut diawasi, adalah mereka yang paling banyak menyembunyikan sesuatu.

Hak PWI Atas “Kue APBD”, Sah Secara Hukum, Wajar Secara Fungsi

Salah satu isu yang kerap menjadi sumber ketegangan antara pejabat daerah dan organisasi pers adalah soal anggaran atau kue APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja) untuk PWI. Perlu ditegaskan dengan jernih bahwa, dukungan anggaran daerah kepada organisasi pers bukanlah hal yang melanggar hukum, melainkan justru diamanatkan oleh regulasi.

Dasar hukumnya jelas yakni, UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 3 menyatakan bahwa pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.

Peraturan Dewan Pers menegaskan pemerintah daerah dapat memfasilitasi penguatan kapasitas pers lokal.

Berbagai Permendagri dan regulasi APBD membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran bagi pengembangan SDM pers dan kegiatan kehumasan yang melibatkan media.

Namun perlu ditegaskan, PWI tidak meminta belas kasihan. Yang diminta adalah pengakuan bahwa wartawan profesional, yang setiap hari mengabdikan dirinya meliput kebijakan publik di Dompu, berhak mendapat dukungan yang proporsional sebagaimana LSM, lembaga adat, dan organisasi kemasyarakatan lain yang juga mendapatkan porsinya.

Jika pejabat Dompu bisa mengalokasikan anggaran untuk kegiatan seremonial dan perjalanan dinas yang manfaatnya dipertanyakan, mengapa dukungan untuk institusi pers menjadi begitu berat untuk diberikan ?

APBD Adalah Kue Milik Rakyat

Inilah yang perlu diingat oleh setiap pejabat di Dompu, setiap saat, setiap hari bahwa, APBD adalah uang rakyat. Bukan uang pribadi. Bukan uang partai. Bukan uang golongan.

Setiap rupiah yang masuk ke kas daerah Kabupaten Dompu berasal dari pajak, retribusi, dana transfer pusat, dan berbagai sumber pendapatan yang pada muaranya adalah kontribusi dan hak masyarakat Dompu. Ketika anggaran itu dibelanjakan, maka standar pertanyaannya hanya satu, apakah rakyat Dompu merasakan manfaatnya ?

PWI, sebagai organisasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial, adalah salah satu pihak yang paling relevan untuk mendapatkan dukungan dari APBD,  justru karena tugasnya adalah memastikan APBD itu sendiri tidak diselewengkan. Ini bukan kontradiksi; ini adalah investasi demokrasi.

Yang menjadi masalah sesungguhnya adalah ketika “kue APBD” lebih banyak dinikmati oleh kelompok-kelompok yang dekat secara politik dengan penguasa, sementara institusi yang bertugas mengawasi justru dijauhkan, diperlemah, bahkan dihancurkan.

Kepada Anggota dan Pimpinan DPRD Dompu, Sudahkah Dana Reses Dipertanggungjawabkan ?

Kepada para anggota dan pimpinan DPRD Kabupaten Dompu yang mungkin terlibat dalam upaya pelemahan PWI ini, ada satu pertanyaan spesifik yang perlu dijawab di hadapan publik, Sudahkah dana reses dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan ?

Dana reses anggota DPRD dialokasikan dengan tujuan yang sangat mulia yakni, mempertemukan wakil rakyat dengan konstituennya, menyerap aspirasi, dan melaporkan hasil kerja legislatif. Besarannya tidak kecil, di banyak kabupaten/kota, dana reses per anggota DPRD bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per tahun.

Apakah reses sudah benar-benar dilaksanakan di tengah masyarakat, ataukah hanya sebatas administrasi dengan cara menandatangani absen ?

Apakah laporan pertanggungjawaban reses sudah disampaikan secara terbuka ?

Apakah aspirasi yang diserap benar-benar ditindaklanjuti dalam pembahasan APBD dan produk legislasi ?

Apakah ada potensi fiktif dalam pelaksanaan reses yang selama ini luput dari sorotan ?

Wartawan PWI Dompu berhak dan wajib menginvestigasi pertanyaan-pertanyaan ini. Mungkin itulah, alasan sesungguhnya mengapa ada pihak yang ingin membungkam mereka.

Jangan Tembak Pembawa Berita

Sejarah mencatat: rezim-rezim yang jatuh paling hina adalah mereka yang paling keras membungkam pers. Dari tingkat nasional hingga kabupaten, pola ini tidak berubah.

Kepada siapa pun yang hari ini sedang merencanakan langkah untuk menghancurkan PWI Dompu dan anggotanya, Pikirkanlah ulang.

Wartawan bukan musuh pejabat yang bersih. Wartawan adalah cermin. Jika bayangan yang muncul di cermin itu terlihat buruk, jangan hancurkan cerminnya tapi, perbaikilah dirimu sendiri.

PWI Dompu lahir dari profesionalitas, dibesarkan oleh dedikasi para jurnalis yang memilih jalan sunyi nan mulia menyuarakan yang dibungkam, menampakkan yang disembunyikan, dan berdiri di sisi rakyat saat kekuasaan berpaling. Pastinya, selama ada ketidakadilan di Dompu, PWI akan terus ada. (Redaksi/Idin)

 

 19,517 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Harga Gas LPG 3 Kg Melonjak, Pemkab Dompu Turun Tangan

Next Post

Gubernur NTB Tegaskan Marwah MTQ Ditentukan oleh Integritas Dewan Hakim

admin

admin

Related Posts

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak
Tajuk

Jalan Umum Bukan Panggung Pemaksaan Kehendak

16 Juni 2026
Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional
Tajuk

Rencana Bupati Wawancara 3 Terbaik Hasil Seleksi : Antara Hak Prerogatif dan Bayang-Bayang Transaksional

10 Juni 2026
Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu
Tajuk

Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu

24 Mei 2026
Evaluasi Anggaran Birokrasi : Pemkab Dompu Perlu Bercermin pada Gubernur Jabar
Tajuk

Evaluasi Anggaran Birokrasi : Pemkab Dompu Perlu Bercermin pada Gubernur Jabar

21 Mei 2026
Antara Rencana Pembangunan dari Utang dan Kemandirian Fiskal Pemkab Dompu
Tajuk

Antara Rencana Pembangunan dari Utang dan Kemandirian Fiskal Pemkab Dompu

18 Mei 2026
Provinsi Pulau Sumbawa : Menanti Ketukan Palu Terbukanya Moratorium
Tajuk

Provinsi Pulau Sumbawa : Menanti Ketukan Palu Terbukanya Moratorium

16 Mei 2026
Next Post
Gubernur NTB Tegaskan Marwah MTQ Ditentukan oleh Integritas Dewan Hakim

Gubernur NTB Tegaskan Marwah MTQ Ditentukan oleh Integritas Dewan Hakim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

Tanggapi Ketua DPRD, Kepala BPKAD Dompu Sebut Penundaan Bayar Berada di Ranah Teknis

19 Juni 2026
Ketua DPRD Dompu Harapkan Figur Cerdas Berpenglaaman Isi Jabatan Asisten III

Krisis Kas Daerah Tak Pernah Dilaporkan ke DPRD, Ketua DPRD Dompu Minta Bupati Evaluasi TAPD

19 Juni 2026
NTB Kucurkan Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya, Sekda Tuntut Dampak yang Terukur

NTB Kucurkan Rp128 Miliar untuk Desa Berdaya, Sekda Tuntut Dampak yang Terukur

17 Juni 2026
Rambut Memutih, Jiwa Kembali ke Masa Putih Abu-Abu: Ratusan Alumni SMAN 1 Kota Bima Bernostalgia di Pantai Lawata

Rambut Memutih, Jiwa Kembali ke Masa Putih Abu-Abu: Ratusan Alumni SMAN 1 Kota Bima Bernostalgia di Pantai Lawata

17 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS