DOMPU – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Rora Dompu, Didi Wahyudi (HDW), mulai melakukan perombakan besar-besaran dan aksi “bersih-bersih” di internal perusahaan. Langkah ini diambil setelah ditemukan indikasi penyimpangan keuangan yang disinyalir menjadi pemicu krisis finansial menahun di tubuh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Berdasarkan hasil audit internal, manajemen menemukan kebocoran dana yang mencapai lebih dari Rp1 miliar. Didi menegaskan bahwa kondisi tidak sehatnya PDAM bukan sekadar karena masalah teknis seperti pipa bocor atau tunggakan pelanggan, melainkan adanya praktik koruptif dari dalam.
Temuan Penyimpangan Sejak 2014
Didi mengungkapkan, dugaan penyimpangan ini melibatkan sejumlah oknum internal dan telah berlangsung dari kurun waktu 2014 hingga 2025. Beberapa modus yang ditemukan antara lain, Penjualan Aset Ilegal: Penjualan aset perusahaan, baik bergerak maupun tidak bergerak, oleh oknum tertentu secara sepihak.
Ada juga yang berkaitan dengan Sambungan Liar. Katanya, ini adalah praktik pemasangan sambungan rumah (SR) kepada pelanggan yang tidak terdaftar secara resmi di administrasi perusahaan.
“Kalau dari dalam masih ada kebocoran, tentu sulit bagi PDAM untuk sehat. Sebesar apa pun anggaran yang dikucurkan pemerintah daerah tidak akan maksimal hasilnya,” ujar Didi pada Kamis (7/5/2026).
Sebagai bentuk keseriusan dalam membenahi tata kelola perusahaan, manajemen PDAM Tirta Rora telah resmi melaporkan temuan tersebut ke Kejaksaan Negeri Dompu. Laporan ini diharapkan dapat menyeret oknum-oknum yang bertanggung jawab atas kerugian perusahaan ke meja hijau.
“Ini bagian dari upaya bersih-bersih internal agar PDAM bisa dikelola secara profesional dan transparan,” tegasnya.
Ironisnya, meski Pemerintah Kabupaten Dompu telah menggelontorkan bantuan operasional hingga puluhan miliar rupiah selama bertahun-tahun, PDAM Tirta Rora tercatat belum pernah menyetorkan dividen untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui pembenahan ini, Didi berharap PDAM dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang profesional dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah di masa mendatang. (Idin)
15,158 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











