• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Politik

Refleksi 81 Tahun Merdeka, Media Askar Soroti Kampus yang Masih Terkekang Kebijakan Negara

admin by admin
17 Agustus 2026
in Politik
0
Refleksi 81 Tahun Merdeka, Media Askar Soroti Kampus yang Masih Terkekang Kebijakan Negara

Dr. Media Wahyudi Askar, S.I.P., M.Sc., Ph.D., seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) dan peneliti yang aktif mengkaji kebijakan publik serta tata kelola ekonomi

155
SHARES
25.9k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

Momentum peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan akun media sosial Media Askar untuk melontarkan kritik tajam terhadap posisi perguruan tinggi negeri (PTN) di Tanah Air. Dalam unggahannya yang telah ramai dibagikan dan mendapat ratusan tanggapan, Media Askar menilai kampus masih menjadi salah satu institusi yang belum benar-benar merdeka karena terbelenggu oleh regulasi pemerintah.

Menurut Media Askar, negara memang tidak pernah secara terang-terangan melarang kritik terhadap pemerintah. Namun kontrol tetap berjalan lewat jalur regulasi, mulai dari pengelolaan pendanaan kampus hingga kewenangan menteri dalam menentukan rektor PTN. Ia menyebut pola ini melahirkan efek berantai, dimana pimpinan kampus cenderung tunduk pada kehendak politik, aturan internal kampus ikut menyesuaikan, dan dosen memilih membatasi diri sendiri dalam menyampaikan pendapat.

BERITA TERKAIT

Soal Identifikasi Pemilih hingga Jadwal Pemilu 2029, Ini Catatan Idham Holik saat Kunker di KPU Dompu

Enam Fraksi DPRD Dompu Kompak Usulkan Satu Nama Calon Sekwan

FKP KPU Dompu 2026: Ruang Kritik dan Masukan untuk Layanan Publik yang Lebih Baik

“Universitas itu masih ada, tapi isinya kopong. Dikosongkan oleh negara,” tulis Media Askar dalam unggahannya. Ia menegaskan bahwa kampus semestinya menjadi ruang paling bebas untuk berpikir, bertanya, dan berbeda pendapat, bukan sebatas bangunan dan deretan bangku kelas.

Pada bagian kolom komentar, Media Askar selaku pemilik akun turut memberikan data pendukung argumennya. Ia mengungkapkan masih ada 145 ribu dosen yang belum menerima hak tunjangan sertifikasi dosen (serdos), padahal kebutuhan anggarannya hanya berkisar Rp 9 triliun. Pemerintah, katanya, justru memilih mengalokasikan dana ke prioritas lain ketimbang memenuhi hak tersebut.

Dia juga menyoroti bantuan operasional PTN yang menurutnya sangat minim, yakni sekitar Rp 10 triliun untuk 201 PTN di seluruh Indonesia. Ditambah lagi, pemerintah disebut masih memiliki tunggakan tunjangan kinerja (tukin) dosen senilai hampir Rp 6 triliun yang belum dibayarkan. Kondisi ini ia pertentangkan dengan sejumlah proyek ambisius yang kerap disinggung dalam pidato presiden, termasuk rencana pembangunan universitas riset.

Unggahan tersebut memicu diskusi di kolom komentar. Akun julia_4j membenarkan gambaran yang disampaikan Media Askar dan membagikan pengalaman di lingkungan kampus tempatnya berada di Amerika Serikat. Ia menceritakan para dosen di sana kerap kompak melakukan aksi mogok selama berminggu-minggu hingga tuntutan mereka dipenuhi, sebagai bentuk daya tawar akademisi terhadap institusi.

Sementara itu, akun antoaryoaji menekankan bahwa persoalan ini menyangkut beban moral civitas akademika, khususnya kalangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) serta Fakultas Hukum. Menurutnya, aneh apabila para pakar politik dan hukum di Indonesia tidak turut bergerak bersama menyuarakan kebenaran. Dia menyebut hanya ada dua pilihan bagi kalangan akademisi yakni, bergerak bersama demi mewujudkan negara yang adil dan makmur, atau menerima kondisi yang menurutnya akan membuat negeri semakin sulit tertolong.

Kritik lebih keras datang dari akun zanadiendra. Ia menyebut sikap mencari aman sebagai tindakan pengecut dan memalukan dalam memperjuangkan kebenaran. Menurutnya, sudah saatnya para guru, dosen, dan profesor berani menyatakan bahwa yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah, tanpa mengkhianati kebenaran demi kepentingan pribadi. Ia mengingatkan bahwa generasi mendatang bisa saja menjadi pihak yang menanggung akibat apabila kalangan akademisi hari ini enggan memperjuangkan kebenaran.

Hingga berita ini diterbitkan, unggahan Media Askar telah menuai ratusan likes dan ratusan komentar dari warganet yang turut membagikan pandangan serupa soal independensi kampus di Indonesia. (Idin)

 25,955 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Panjat Pinang, Ruh Gotong Royong Yang Kian Pudar

Next Post

Dua Wajah Indonesia: Gurita Oligarki dan Jurang Ketimpangan Kapital

admin

admin

Related Posts

Soal Identifikasi Pemilih hingga Jadwal Pemilu 2029, Ini Catatan Idham Holik saat Kunker di KPU Dompu
Politik

Soal Identifikasi Pemilih hingga Jadwal Pemilu 2029, Ini Catatan Idham Holik saat Kunker di KPU Dompu

29 Agustus 2026
Enam Fraksi DPRD Dompu Kompak Usulkan Satu Nama Calon Sekwan
Politik

Enam Fraksi DPRD Dompu Kompak Usulkan Satu Nama Calon Sekwan

28 Agustus 2026
FKP KPU Dompu 2026: Ruang Kritik dan Masukan untuk Layanan Publik yang Lebih Baik
Politik

FKP KPU Dompu 2026: Ruang Kritik dan Masukan untuk Layanan Publik yang Lebih Baik

27 Agustus 2026
KPU Dompu Temukan 475 Data Pemilih Berpotensi TMS, Masih Diverifikasi Lewat COKTAS
Politik

KPU Dompu Temukan 475 Data Pemilih Berpotensi TMS, Masih Diverifikasi Lewat COKTAS

27 Agustus 2026
Keuangan Pemkab Dompu Terancam Kolaps, Mantan Sekda Zainal Arifin : Kelola Belanja dengan Skala Prioritas Ketat
Politik

Menunggu Peluit Kickoff: Urgensi Segera Dilantiknya Pejabat Eselon II di Pemkab Dompu

22 Agustus 2026
Sejumlah Elemen Masyarakat Gelar Aksi Serentak di Lima Daerah, Desak Pencabutan Moratorium DOB
Politik

Sejumlah Elemen Masyarakat Gelar Aksi Serentak di Lima Daerah, Desak Pencabutan Moratorium DOB

2 Juni 2026
Next Post
Refleksi 81 Tahun Merdeka, Media Askar Soroti Kampus yang Masih Terkekang Kebijakan Negara

Dua Wajah Indonesia: Gurita Oligarki dan Jurang Ketimpangan Kapital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Anak Pantai Lakey Menuju Asian Games: Kisah Emas Bronson Meidy

Anak Pantai Lakey Menuju Asian Games: Kisah Emas Bronson Meidy

3 September 2026
HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

HPN Lampung 2027: PWI, Sejarah, dan Ujian Inklusivitas

2 September 2026
Dirangkai UKW, PWI NTB Gelar OKK Perdana Untuk Seluruh Anggota

Dirangkai UKW, PWI NTB Gelar OKK Perdana Untuk Seluruh Anggota

1 September 2026
Kas Daerah Menyusut, Tersingkap Deposito dan Paket Titipan

Pelantikan Molor Fitnah Menyebar

30 Agustus 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS