DOMPU – Komoditas Tembakau mempunyai peranan sangat penting dalam pembangunan nasional sehingga Industri Hasil Tembakau (IHT) ditetapkan sebagai Industri prioritas karena melihat Kontribusinya yang sangat besar dalam penyediaan lapangan kerja dan Pendapatan Negara. 
Demikian penegasan Wakil Bupati Dompu Syirajuddin SH, mengawali sambutannya saat membuka Pelatihan Blending dan Pembuatan Saos Tembakau di rumah produksi Rokok Desa Kadindi Kecamatan Pekat, Rabu 05/11/2025.
Pada kesempatan ini Wabup menyebut beberapa hal penting yang diharapkan dari pada pembangunan IHT di Kabupaten Dompu diantaranya, peningkatan nilai tambah dari pada produk pertanian lokal.
Katanya, Kabupaten Dompu memiliki produksi tembakau rajangan yang cukup tinggi dan menjadi salah satu daerah penghasil di NTB. “Hadirnya Industri pengolahan ini tentu saja akan menyerap hasil panen petani tembakau secara langsung,” ujarnya.
Wabup menegaskan bahwa, pembangunan IHT ini bukan hanya tentang produksi komoditas, tetapi merupakan langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam daerah secara berkelanjutan.
Wabup juga menyampaikan agar ke depan Pemerintah kabupaten Dompu dapat mengoptimalkan perlindungan bagi petani tembakau, melalui pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan petani.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu lanjut Wabup, pemerintah sudah memberikan perlindungan kepada sekitar 6.000 buruh tani tembakau, dan pekerja bukan penerima upah dari risiko kecelakaan kerja dengan mendaftarkan mereka sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Program ini didanai melalui Dana DBHCHT. Penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja yang diserahkan langsung oleh Pemkab Dompu pada 25 April 2025 lalu,” pungkasnya. (Idin/ad)
35,202 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini











