• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Videotron Ratusan Juta yang Minim Fungsi di Dompu

admin by admin
13 April 2026
in Ekonomi
0
Videotron Ratusan Juta yang Minim Fungsi di Dompu

Screenshot

3.2k
SHARES
351k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU – Di simpang simpang jalan utama di kabupaten Dompu, layar videotron milik Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) setempat berdiri mencolok nyaris tanpa makna. Tidak ada iklan komersial yang rutin, tidak pula informasi publik yang konsisten ditayangkan. Lebih sering, layar besar itu kosong atau tidak aktif, seolah menjadi simbol dari sebuah kebijakan yang belum pernah benar-benar berjalan utuh.

Penelusuran terhadap proyek ini mengarah ke tahun 2019, saat videotron tersebut mulai diadakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, nilai anggaran pengadaan alat tersebut mencapai lebih dari Rp 100 juta. Angka ini menjadi penting, karena menempatkan proyek ini dalam kategori belanja yang seharusnya tetap tunduk pada prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

BERITA TERKAIT

Prahara Duit Pensiunan Guru di BSI Bima: Saldo Terkuras, Tapera dan Dana Blokir Raib

2.000 KPM di Dapil NTB I Bakal Terima Bantuan Usaha PPSE Kemensos

Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

Sejak awal, pengadaan videotron digadang-gadang sebagai langkah inovatif pemerintah daerah yang menghadirkan media informasi modern sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyewaan kepada pihak ketiga namun, belum terwujud.

Hingga kini, pemanfaatannya belum optimal. Potensi pendapatan yang dirancang sejak awal tidak terlihat signifikan kontribusinya terhadap kas daerah. Tidak ada skema bisnis yang berjalan konsisten, dan pemanfaatan untuk kepentingan publik pun masih sporadis.

Lebih jauh, informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa proses pengadaan videotron tersebut dilakukan melalui mekanisme swakelola oleh dinas terkait, berdasarkan kebijakan pimpinan saat itu. Skema ini menempatkan dinas sebagai pelaksana utama, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa belanja pengadaan videotron tersebut diduga dilakukan langsung oleh kepala dinas saat itu. Jika benar, hal ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pemisahan fungsi dalam pengelolaan anggaran, antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

Dalam tata kelola keuangan negara, prinsip check and balance menjadi kunci untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan. Karena itu, perlu ditelusuri apakah proses pengadaan tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk dalam hal transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Masalah tidak berhenti pada proses pengadaan. Fakta bahwa videotron tersebut tidak difungsikan secara maksimal hingga bertahun-tahun kemudian memperkuat dugaan adanya kelemahan dalam perencanaan. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah sejak awal telah dilakukan kajian kelayakan? Siapa yang merancang model bisnisnya? Mengapa potensi PAD yang dijanjikan tidak terealisasi?

Upaya Badan Pendapatan Daerah saat ini yang menawarkan pemanfaatan videotron kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memang menunjukkan adanya langkah perbaikan. Namun, upaya tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan, yakni perencanaan awal dan pengelolaan aset yang tidak berkelanjutan.

Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini mencerminkan tantangan dalam tata kelola pembangunan daerah. Proyek yang dibiayai dari anggaran publik semestinya dirancang secara matang, dengan indikator keberhasilan yang jelas. Ketika hasilnya tidak memberikan manfaat optimal, maka evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh bukan hanya pada penggunaan saat ini, tetapi sejak tahap perencanaan.

Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif dari pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan videotron tahun 2019 tersebut, termasuk pejabat yang menjabat saat itu. Klarifikasi diperlukan agar informasi yang berkembang tidak berhenti pada dugaan, melainkan dapat diuji secara terbuka.

Pada akhirnya, videotron senilai lebih dari Rp 100 juta yang kini lebih sering tidak berfungsi itu bukan sekadar persoalan alat yang terbengkalai. Namun menjadi cerminan dari pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana akuntabilitas dijalankan dalam setiap rupiah anggaran publik.

Selama pertanyaan itu belum terjawab, layar kosong di traffic light di Perkotaan Dompu itu akan terus menyampaikan pesan yang sama—tentang sesuatu yang belum selesai. (Idin)

 351,042 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Di Tengah Isu Pecah Kongsi Bupati Harus Buka Ruang Klarifikasi

Next Post

Anggaran Jumbo di Bagian Kesra Setda Dompu, Efisiensi Dipertanyakan

admin

admin

Related Posts

Prahara Duit Pensiunan Guru di BSI Bima: Saldo Terkuras, Tapera dan Dana Blokir Raib
Ekonomi

Prahara Duit Pensiunan Guru di BSI Bima: Saldo Terkuras, Tapera dan Dana Blokir Raib

12 Oktober 2026
2.000 KPM di Dapil NTB I Bakal Terima Bantuan Usaha PPSE Kemensos
Ekonomi

2.000 KPM di Dapil NTB I Bakal Terima Bantuan Usaha PPSE Kemensos

11 September 2026
Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar
Ekonomi

Merchant QRIS Bank NTB Syariah Naik Dua Kali Lipat, Dana Tembus Rp140 Miliar

11 September 2026
Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia
Ekonomi

Konsolidasi Kekuatan Baru: BPP KAPMI Menata Ulang Arah Gerak Pengusaha Muda Indonesia

22 Agustus 2026
Harga Cabai dan Ayam Naik di Pasar Bawah Dompu, Tomat Melonjak 50 Persen
Ekonomi

Harga Cabai dan Ayam Naik di Pasar Bawah Dompu, Tomat Melonjak 50 Persen

20 Agustus 2026
Penerima Bantuan Pangan di Dompu Melonjak, Naik 13.799 Keluarga Dibanding Tahun Lalu
Ekonomi

Penerima Bantuan Pangan di Dompu Melonjak, Naik 13.799 Keluarga Dibanding Tahun Lalu

20 Agustus 2026
Next Post
Anggaran Jumbo di Bagian Kesra Setda Dompu, Efisiensi Dipertanyakan

Anggaran Jumbo di Bagian Kesra Setda Dompu, Efisiensi Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

Bronson Meydi Anak Pantai Lakey, Juara Kejurnas Surfing 2026

20 Oktober 2026
Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

Menunggu Pansel Kursi Sekda Domp

19 Oktober 2026
Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

Darurat Karhutla, FABEM Desak Presiden Ambil Komando dan Pecat Pejabat yang Lalai

19 Oktober 2026
Pesan Bupati Bambang Kepada Pejabat Yang Dilantik

Bupati Bambang Firdaus Sebut Hanya 25 Persen Guru Kuasai Materi, Sekolah Negeri Ditinggalkan

17 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Tentang NTB POST

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS