• Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews
  • Login
NtbPost.co
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
No Result
View All Result
NtbPost.co
No Result
View All Result
Home Tajuk

Kursi Kosong Membaca Ketidakhadiran Wabup Secara Jernih

admin by admin
12 April 2026
in Tajuk
0
Kursi Kosong Membaca Ketidakhadiran Wabup Secara Jernih
3.5k
SHARES
25.3k
VIEWS
Bagikan di WhatsAppBagikan di Facebook

DOMPU – Kekosongan kursi Wakil Bupati (Wabup) Dompu dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-211 Kabupaten Dompu, Sabtu (11/4/2026), seharusnya menjadi peristiwa biasa. Namun, di ruang publik yang kian bising oleh spekulasi, justru berubah menjadi bahan tafsir yang berlapis, bahkan cenderung liar.

Kursi kosong itu bagi sebagian orang, bukan sekadar ketidakhadiran. Malahan sudah  dibaca sebagai tanda retak, simbol jarak, atau bahkan indikasi adanya intrik politik di tubuh pemerintahan daerah. Padahal, tidak semua kekosongan mengandung makna politis.

BERITA TERKAIT

Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu

Evaluasi Anggaran Birokrasi : Pemkab Dompu Perlu Bercermin pada Gubernur Jabar

Antara Rencana Pembangunan dari Utang dan Kemandirian Fiskal Pemkab Dompu

Penjelasan Wakil Bupati Sirajuddin SH, sesungguhnya cukup terang. Dia mengaku telah menyampaikan alasan ketidakhadirannya kepada Sekretaris Daerah. Dua hal terjadi dalam waktu yang bersamaan yakni, musibah kematian anggota keluarga dekatnya (Paman, Red.) dan kondisi kesehatan Wabup yang menurun. Dalam konteks sosial dan kultural masyarakat Dompu yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, alasan ini bukan hanya rasional tetapi juga dapat dipahami sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Namun, problemnya bukan pada ada atau tidaknya alasan. Problemnya terletak pada kecenderungan publik dan sering kali juga elite yang terlalu cepat mengisi ruang kosong dengan prasangka.

Di era ketika informasi bergerak lebih cepat dari klarifikasi, spekulasi menjadi komoditas. Lalu diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi tanpa jeda verifikasi. Dalam situasi seperti ini, satu kursi kosong bisa berubah menjadi narasi besar tentang konflik kekuasaan, meski faktanya tidak demikian.

Pernyataan Wabup Dompu Sirajuddin yang menegaskan tidak adanya persoalan dengan Bupati Dompu semestinya cukup untuk meredam tafsir berlebihan. “Kami baik-baik saja,” ujarnya. Kalimat sederhana, tetapi penting, sebagai penanda bahwa stabilitas internal pemerintahan tidak sedang terganggu oleh hal-hal yang dibayangkan publik.

Lebih dari itu, yang patut digarisbawahi adalah ajakan Wakil Bupati untuk mengalihkan fokus dari spekulasi menuju substansi kepada pelayanan publik dan pembangunan daerah. Ini bukan sekadar imbauan normatif, melainkan pengingat bahwa energi kolektif masyarakat seharusnya tidak habis untuk memperdebatkan hal-hal yang tidak produktif.

Editorial ini tidak hendak menutup ruang kritik. Dalam sistem demokrasi, pertanyaan publik terhadap pejabat adalah hal yang sah, bahkan perlu. Namun, kritik yang sehat mensyaratkan pijakan pada fakta, bukan asumsi. Ketika prasangka lebih dominan daripada verifikasi, maka yang lahir bukan kontrol sosial, melainkan kebisingan.

Di sisi lain, peristiwa ini juga menjadi refleksi bagi pejabat publik tentang pentingnya komunikasi yang cepat dan terbuka. Di tengah sensitivitas publik yang tinggi, keterlambatan penjelasan kerap menjadi celah bagi spekulasi untuk tumbuh liar.

Pada akhirnya, kursi kosong itu mengajarkan satu hal sederhana, bahwa tidak semua yang tampak janggal mengandung drama besar di baliknya. Kadang, itu hanya soal duka yang datang tiba-tiba, tubuh yang butuh istirahat, dan pilihan manusiawi yang harus diambil.

Maka, alih-alih terus memelihara prasangka, publik perlu belajar memberi ruang bagi akal sehat. Sebab, pemerintahan yang sehat tidak hanya ditopang oleh kinerja pejabatnya, tetapi juga oleh kedewasaan cara kita membaca setiap peristiwa. (redaksi)

 25,298 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Previous Post

Kursi Kosong dan Retak yang Tak Terucap

Next Post

Di Tengah Isu Pecah Kongsi Bupati Harus Buka Ruang Klarifikasi

admin

admin

Related Posts

Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu
Tajuk

Bantuan Pangan yang Menyingkap Data Kemiskinan di Dompu

24 Mei 2026
Evaluasi Anggaran Birokrasi : Pemkab Dompu Perlu Bercermin pada Gubernur Jabar
Tajuk

Evaluasi Anggaran Birokrasi : Pemkab Dompu Perlu Bercermin pada Gubernur Jabar

21 Mei 2026
Antara Rencana Pembangunan dari Utang dan Kemandirian Fiskal Pemkab Dompu
Tajuk

Antara Rencana Pembangunan dari Utang dan Kemandirian Fiskal Pemkab Dompu

18 Mei 2026
Provinsi Pulau Sumbawa : Menanti Ketukan Palu Terbukanya Moratorium
Tajuk

Provinsi Pulau Sumbawa : Menanti Ketukan Palu Terbukanya Moratorium

16 Mei 2026
Jabatan Asisten III, Muda Berenergi atau Tua Mengayomi
Tajuk

Jabatan Asisten III, Muda Berenergi atau Tua Mengayomi

8 Mei 2026
Di Mana Lakey-Tambora dalam Skema Bali-Nusra ?
Pariwisata

Di Mana Lakey-Tambora dalam Skema Bali-Nusra ?

6 Mei 2026
Next Post
Di Tengah Isu Pecah Kongsi Bupati Harus Buka Ruang Klarifikasi

Di Tengah Isu Pecah Kongsi Bupati Harus Buka Ruang Klarifikasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep  dan Sejarah Pernah Membuktikannya

Rupiah Tersungkur, Sandiaga Uno Punya Resep dan Sejarah Pernah Membuktikannya

5 Juni 2026
DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

DPRD Dompu Apresiasi Kemitraan Petani Tebu dengan PT SMS di Kecamatan Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

Bupati Dompu Resmikan Rumah Produksi Rokok PR Imilna dan Buka Pelatihan Desain Produk di Pekat

4 Juni 2026
Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

Bupati Dompu : Infrastruktur Masih Jadi PR Besar, Perbaikan Jalan Ditarget Tuntas 2026

3 Juni 2026
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Pemasangan Iklan
  • Contact Us
  • Peraturan Perusahaan
  • Tentang PersIndoNews

© 2022 - Ntbpost.co - Developed by Tokoweb.co

  • Beranda
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Politik
  • Kriminal
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pembangunan
  • Investigasi
  • Lainnya
    • Nusantara
    • Pariwisata
    • Sosial Budaya
    • Teknologi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
0
SHARES
900
VIEWS